JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pengambilalihan dan penataan kembali lahan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, memicu diskusi hangat mengenai standardisasi pengelolaan aset strategis negara.

Letak geografis yang berbatasan langsung dengan pusat finansial Sudirman Central Business District (SCBD) serta interkoneksi moda transportasi massal MRT Jakarta menjadikan area ini sebagai lokasi paling ideal untuk perwujudan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).

Baca juga: Pontjo Sutowo Diberi Waktu 6 Bulan Ambil Barang Sebelum Angkat KakiHal ini sebagaimana rencana Pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) yang akan menata kawasan Blok 15 GBK itu jadi area yang bermanfaat lebih luas bagi masyarakat.

Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan, konsep penataan kawasan eks Hotel Sultan mengedepankan fungsi ruang terbuka hijau yang terhubung dengan berbagai moda transportasi umum.

"Bagaimana memastikan manfaat area hijau itu lebih banyak, termasuk di Blok 15 atau eks HGB 26-27," kata Rakhmadi dalam konferensi pers di kawasan GBK, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).