JAKARTA, KOMPAS.com - Sopir truk di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pernah menjadi pekerjaan yang menjanjikan untuk sebagian orang.

Dulu para sopir truk dikenal memiliki pendapatan yang cukup besar, sehingga setiap hari mengantongi dompet yang tebal.Namun, cerita tersebut kini berubah menjadi kenangan masa lalu semata.

Di balik lalu lalang ribuan truk kontainer yang menopang roda ekonomi nasional, tersimpan kisah para pengemudi yang justru harus berhemat demi bertahan hidup.

Baca juga: Nasib Sopir Truk di Tanjung Priok: Kerja 24 Jam, Kendaraan Pun Jadi Rumah

Pendapatan yang tak lagi sebanding dengan beban kerja membuat banyak sopir merasa kesejahteraan mereka semakin menjauh, meski setiap hari harus menjadi urat nadi distribusi barang dari pelabuhan terbesar di Indonesia.