WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampak menganggap enteng ketegangan bersenjata yang melibatkan negaranya dan Israel melawan Iran, yang telah berkecamuk sejak 100 hari lalu.

Dalam sesi wawancara eksklusif di program NBC Meet the Press bersama jurnalis Kristen Welker, Trump secara blak-blakan menolak melabeli konfrontasi tersebut sebagai sebuah perang konvensional berskala besar, menyusul komentar terbaru dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio."Yah, mereka sebagian besar telah dipenggal. Saya menyebutnya latihan militer karena orang lebih suka disebut demikian. Ini bukan perang besar bagi kami. Tidak," jawab Trump, dikutip dari Fortune, Minggu (7/6/2026).

Baca juga: Serangan Baru Permulaan, Iran Akan Bombardir Israel Seminggu Penuh

Sementara itu, gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran telah berlangsung selama sekitar dua bulan, tetapi pembicaraan untuk perdamaian yang lebih langgeng telah terhenti.

Akibatnya, Selat Hormuz sebagian besar tetap ditutup, meskipun lebih banyak lalu lintas mengalir dan AS mempertahankan blokade laut.