WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah memberi tahu para stafnya secara pribadi bahwa ia belum ingin kembali membuka perang besar-besaran dengan Iran, meski serangkaian bentrokan antara kedua pihak terus terjadi.
Namun, ia akan mempertimbangkan mengakhiri gencatan senjata jika Teheran membunuh pasukan Amerika Serikat.Diketahui, Amerika Serikat dan Iran pekan ini terlibat dalam salah satu pertempuran paling intens sejak gencatan senjata berlaku pada awal April.
Baca juga: DPR AS Muak dengan Perang Iran, Paksa Trump Tarik Pasukan Amerika
Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan serta bandara internasional Kuwait. Serangan tersebut menyebabkan satu orang tewas.
Perselisihan terkait kendali atas Selat Hormuz juga telah mengganggu pasar energi global dan pelayaran internasional.








