ANKARA, KOMPAS.com - Perang yang melibatkan Iran sejak akhir Februari membuka peluang bagi Turkiye untuk memperkuat posisinya di kawasan.
Di tengah ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, Ankara memilih menjaga jarak dari kubu mana pun, sembari menawarkan diri sebagai mediator dan memanfaatkan perannya sebagai penghubung ekonomi antara Asia dan Eropa.Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, dalam beberapa pekan terakhir aktif mendorong jalur diplomasi. Ia menegaskan dukungan terhadap perundingan damai dalam percakapan terpisah dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, serta Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
Baca juga: Turkiye Memanas, Polisi Serbu Markas Oposisi Turkiye, Usir Elite Partai
Sebelumnya, Erdogan juga menyampaikan kepada Presiden AS, Donald Trump, bahwa ia menyambut baik perpanjangan gencatan senjata yang dimulai pada April dan optimistis persoalan antara Washington dan Teheran masih dapat diselesaikan melalui diplomasi.
Fleksibilitas politik jadi keuntungan












