Penulis: Daniel Ameri/DW Indonesia
TEHERAN, KOMPAS.com - Sejak dimulainya perang Iran, negara-negara Teluk terpaksa ikut menangkis ribuan serangan rudal dan drone Iran yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan infrastruktur energi sipil.Pada Senin (1/6/2026), Kuwait menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya tengah menangkal serangan rudal dan drone, setelah sebelumnya AS mengumumkan telah menyerang lokasi radar dan pesawat nirawak di selatan Iran.
Karena secara geografis berdekatan dengan Iran dan juga beraliansi dengan Washington, negara-negara Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk (GCC) rentan menjadi sasaran saat tensi AS-Iran meningkat.
Baca juga: Trump-Netanyahu Ribut, Iran Ambil Kesempatan Kuasai Meja Perundingan
Dalam skenario yang mungkin terjadi, perang berakhir lewat negosiasi dengan rezim Iran yang berkuasa. Pertanyaan bagi negara-negara di kawasan: Bagaimana negara-negara GCC dan Teheran dapat melanjutkan hubungan dalam jangka panjang?













