TEHERAN, KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali pecah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan pada Senin (1/6/2026), menyusul mandeknya negosiasi antara kedua pihak.

Teheran secara tegas menyatakan, kesepakatan damai apa pun baru bisa tercapai jika mencakup penghentian peningkatan serangan Israel ke Lebanon.

Hingga saat ini, pembicaraan tidak langsung yang berlangsung selama berminggu-minggu dan diwarnai ancaman keras serta gelombang serangan udara, masih gagal mencapai kesepakatan.Baca juga: Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh

Dampaknya, perang belum dapat diakhiri dan Selat Hormuz—yang menjadi jalur pelayaran utama minyak dan gas Teluk—belum bisa dibuka kembali.

AS-Iran saling balas serangan