PERANG Amerika Serikat-Israel versus Iran masih berlanjut. Kawasan Teluk pun masih terus bergolak di tengah sorotan mata dunia yang di satu sisi tengah menikmati tingginya peradaban modern, tapi di sisi lain menyaksikan sikap purba yang tidak pantas lagi terjadi di era modern.

Dunia sedang menyaksikan perang antara AS-Israel versus Iran dan proksi-proksinya; juga Rusia versus Ukraina; perang saudara Sudan antara militer (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang kini memasuki tahun keempat dan telah menelantarkan sekitar 14 juta jiwa (NPR, 15 April 2026).Krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini; konflik berdarah di Republik Demokratik Kongo dengan jatuhnya Goma ke tangan kelompok M23; serta perang saudara Myanmar yang tak kunjung reda.

Indonesia pun ikut menanggung dampak ekonomi dan sosialnya. Rupiah menembus level psikologis Rp 18.000 dan, pada Jumat, 5 Juni 2026, bergerak di kisaran Rp 18.067 per dolar AS (Investor.id, 5 Juni 2026), terseret arus risk-off global dan ketidakpastian Timur Tengah yang membuat investor berlari ke aset aman.

Sesungguhnya, tiga negara yang saling berperang, dalam konteks ini AS, Israel, dan Iran, sama-sama sudah kelelahan, meski dengan corak yang berbeda-beda.