TEHERAN, KOMPAS.com - Warga Teheran terbangun pada Senin (8/6/2026) pagi dengan perasaan cemas dan lelah karena prospek perang skala penuh yang akan kembali terjadi.
Ini menyusul serangan balasan antara Iran dan Israel yang menandai ancaman terbesar terhadap gencatan senjata yang rapuh."Kami tidak tahu apakah akan terjadi perang atau apakah kesepakatan damai akan bertahan lama," kata Maryam, seorang akuntan berusia 41 tahun di Lapangan Valiasr, pusat Kota Teheran, dikutip dari AFP, Senin.
Baca juga: Helikopter Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Pertama sejak Perang Iran
Dia menggambarkan adanya rasa ketidakpastian dan kebingungan yang meluas setelah serangan Israel terhadap Teheran pada Minggu (7/6/2026) yang merupakan tanggapan terhadap serangan Iran terhadap Israel.
"Tidak ada yang jelas. Orang-orang tidak tahu harus berbuat apa, mereka marah. Pada akhirnya, perlu diputuskan, apakah kita sedang berperang atau berdamai?" ujarnya, sesaat sebelum Iran mengumumkan akan menghentikan serangannya terhadap Israel.











