TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel menunjukkan kekecewaan terhadap gencatan senjata yang telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran pada Minggu (14/6/2026).
Bahkan sebelum rincian perjanjian diumumkan, sejumlah pihak di Israel menilai kesepakatan tersebut tidak memenuhi tujuan utama perang melawan Teheran dan berisiko membiarkan ancaman Iran tetap ada.Media harian berbahasa Ibrani, Yediot Aharonot, menggambarkan sentimen yang berkembang di Israel dengan judul utama dua kata: “Bad Deal” atau “Kesepakatan Buruk”. Israel merasa tidak dilibatkan dalam negosiasi pemerintahan Presiden Donald Trump dengan Iran, meskipun sebelumnya telah terlibat dalam dua perang melawan negara tersebut dalam setahun terakhir.
Baca juga: Trump Bocorkan Kartu Rahasia yang Bikin Iran Akhirnya Sepakat Berdamai
Isi kesepakatan damai AS-Iran
Dilansir The New York Times, pejabat Amerika Serikat dan Iran menyebut kesepakatan damai mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, jalur pelayaran penting bagi ekonomi global. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.







