PERJANJIAN Damai Amerika Serikat-Iran yang ditandatangani Donald Trump dan Iran di Istana Versailles, Perancis, pada 17 Juni 2026, memunculkan reaksi keras dari Israel.

Kekecewaan Israel terhadap kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tersebut justru mengungkap fakta geopolitik yang lebih menarik daripada isi perjanjiannya sendiri.

Selama puluhan tahun, banyak pihak berasumsi bahwa kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah selalu berjalan seiring dengan kepentingan Israel.Namun, kesepakatan terbaru antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa asumsi tersebut tidak selalu benar.

Ketika biaya perang meningkat, risiko ekonomi membesar, dan kepentingan domestik Amerika dipertaruhkan, Presiden Donald Trump tampaknya memilih jalan berbeda: mendahulukan kepentingan Amerika Serikat daripada agenda strategis Israel.

Inilah pesan paling penting yang tersembunyi di balik kemarahan Tel Aviv.