TEL AVIV, KOMPAS.com - Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan konflik yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan memicu gelombang kritik keras di Israel.

Banyak pihak menilai perkembangan terbaru ini justru menjadi pukulan politik besar bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.Media Israel, Haaretz, bahkan menempatkan tajuk utama yang mencerminkan sentimen tersebut: “Kegagalan Iran Adalah Kegagalan Terbesar Netanyahu Sejak 7 Oktober.”

Setelah 3,5 bulan perang, Washington justru mengambil peran utama sebagai mediator dan mencapai kesepakatan dengan Teheran, tanpa melibatkan Israel.

Baca juga: Israel Berulah Lagi, Serang Lebanon Saat AS-Iran Deklarasi Akhiri Perang

Situasi ini memunculkan paradoks besar bagi Israel. Pasalnya, selama puluhan tahun, Iran diposisikan sebagai ancaman eksistensial utama Tel Aviv.