TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi kritik keras setelah mengeklaim memenangkan perang melawan Iran saat rezim Teheran tetap bertahan.

Sejumlah tokoh oposisi menilai Netanyahu gagal memenuhi tujuan serangan militer ke Iran sejak 28 Februari bersama Amerika Serikat, termasuk upaya menciptakan kondisi untuk perubahan rezim.Kritik ini muncul setelah Netanyahu menggelar konferensi pers pertamanya dalam tiga bulan usai Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.

Baca juga: Netanyahu Akhirnya Buka Suara Usai AS-Iran Damai, Akui Tak Tahu Isi Kesepakatan

Netanyahu klaim perang berhasil

Dilansir The Times of Israel, Netanyahu mengatakan bahwa serangan selama enam minggu terhadap Iran telah menghilangkan ancaman nuklir dan rudal yang menurutnya membahayakan Israel.