Tel Aviv -
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan melenyapkan "rezim teror" Iran. Netanyahu bertekad untuk membuat Iran tidak bisa lagi mengancam Israel dengan rudal dan bom nuklir.Pernyataan Netanyahu itu disampaikan saat perundingan yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tampaknya tersendat.Hal itu disampaikan Netanyahu dalam pidatonya di seremoni pengangkatan Mayor Jenderal Roman Gofman sebagai pemimpin baru untuk badan intelijen Israel, Mossad. Gofman menggantikan David Barnea yang akan pensiun. "Kita tidak akan membiarkan rezim Iran memutar balik waktu. Kita tidak akan membiarkan mereka memperoleh senjata nuklir; kita tidak akan membiarkan mereka mengancam keberadaan kita," kata Netanyahu dalam pidatonya, seperti dilansir AFP dan Iran International, Rabu (3/6/2026), . "Rezim teror ini ditakdirkan untuk lenyap dari dunia, dan kita akan membantu untuk mewujudkan hal ini, rezim ini tidak akan lagi mengancam kita dengan bom nuklir dan ribuan rudal balistik mematikan," kata PM Israel tersebut merujuk pada Iran.Pernyataan keras Netanyahu soal Iran juga disampaikan saat dia berpidato dalam seremoni perpisahan untuk Barnea yang digelar pada Senin (1/6) malam. Netanyahu menyebut fondasi sistem pemerintahan Iran telah "retak" dan pada akhirnya akan runtuh."Biarlah siapa pun yang merencanakan kejahatan terhadap Iran, mengetahui bahwa rencana mereka akan gagal. Harga yang akan mereka bayar akan sangat mahal. Harga yang telah dibayar Iran sangat mahal," cetus Netanyahu dalam pidatonya, menurut pernyataan yang dibagikan kantor PM Israel via media sosial X.












