Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.Dalam sebuah acara publik di Tel Aviv pada hari Minggu (21/6) waktu setempat, Netanyahu menegaskan kembali bahwa perang Timur Tengah telah mencapai tujuan utama Israel untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir."Kita mencegah Iran melaksanakan rencana untuk memusnahkan kita dan hari ini mereka seharusnya sudah memiliki bom atom untuk melakukannya," katanya, dilansir kantor berita AFP, Senin (22/6/2026).

"Kita mencegah hal itu terjadi. Kita menghilangkan bahaya eksistensial. Seandainya kita tidak bertindak... Iran akan memiliki bom atom dan izinkan saya mengatakan sesuatu, mereka akan menggunakannya," tuturnya. "Itulah yang kita cegah," imbuhnya.Netanyahu mengatakan serangan gabungan AS-Israel telah memberikan pukulan berat kepada Garda Revolusi Iran, yang mungkin "tidak akan pulih dalam waktu lama"."Karena begitu Anda memberikan pukulan-pukulan ini dan begitu keretakan antara rezim dan rakyat begitu dalam, Anda tidak dapat mengatakan kapan rezim seperti itu akan jatuh," kata Netanyahu."Saya pikir kita telah menciptakan kondisi agar rezim itu jatuh." Itulah yang akan menjadi kemenangan sejati ketika rakyat Iran mengambil kendali atas nasib mereka sendiri dan menyingkirkan rezim brutal yang meneror mereka dan meneror seluruh dunia," imbuh pemimpin negeri Yahudi itu.Netanyahu juga menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan "selama diperlukan"."Kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan untuk melindungi penduduk utara yang kami cintai dan semua warga Israel... Tidak ada yang akan mengubah komitmen itu," kata Netanyahu.Netanyahu juga mengatakan pasukan Israel menargetkan kelompok militan Hizbullah di Lebanon sambil berupaya meminimalkan korban sipil."Ada beberapa korban sipil dalam setiap perang semacam itu, dalam setiap perang perkotaan semacam itu," ujar Netanyahu.