TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim kemenangan bersejarah atas Iran usai Amerika Serikat (AS) dan Teheren menyepakati nota kesepahaman (MoU) damai pada Minggu (14/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Senin (15/6/2026), sebagaimana dilansir The Guardian.Netanyahu mengeklaim, kampanye militer Israel bersama AS dan Israel terhadap Iran telah menyelamatkan Tel Aviv dari nuklir.
Baca juga: Jeda, Bukan Damai: Catatan Kesepakatan Amerika Serikat dan Iran
"Dan apa artinya itu? Itu berarti jutaan warga Israel akan berada dalam bahaya mengerikan dari kematian massa dan kami telah menjauhkan dari kami, selama bertahun-tahun, bahaya pemusnahan penduduk Israel ini," kata Netanyahu.
Akan tetapi, klaim Netanyahu tersebut berbanding terbalik dengan respons analis dan publik Israel.









