TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Sabtu (27/6/2026) memuji kesepakatan dengan Lebanon yang ditengahi Amerika Serikat (AS).
Ia bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai pencapaian bersejarah yang memberikan pukulan telak bagi Iran dan Hizbullah."Kemarin kami mencapai kesepakatan bersejarah bagi negara Israel setelah negosiasi langsung antara Israel dan Lebanon," kata Netanyahu dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi, dikutip dari AFP.
Baca juga: Israel Sepakat Tarik Pasukan dari Dua Wilayah di Lebanon
Netanyahu menegaskan, pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan yang ditetapkan oleh militer sekitar 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon.
"Kami akan tetap berada di daerah ini sampai Hizbullah dan kelompok lainnya dilucuti senjatanya," ujarnya.











