SEJATINYA, kita harus mulai merenungkan dampak fatal atas berbagai tragedi yang membuat anak terluka. Luka fisik maupun jiwa. Mulai dari beragam kasus kekerasan yang menimpanya.

Sampai pada masih banyaknya ruang-ruang keadilan yang belum mereka rasakan.Lebih dari itu, tidak sedikit luka-luka tersebut akhirnya berdampak pada hilangnya nyawa-nyawa generasi penerus bangsa tersebut.

Kabar miris kekerasan terhadap anak misalnya, tidak berlebihan jika kita simpulkan bahwa hampir tiap hari kabar tragis ini menghampiri.

Laporan dari Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) yang dirilis akhir tahun lalu telah menyimpulkan lebih dari separuh anak Indonesia, tepatnya 50,78 persen anak mengalami kekerasan.

Padahal, sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila telah meletakkan fondasi yang sangat kuat terkait penghormatan terhadap martabat manusia, termasuk kepada anak-anak.