SAYA bayangkan RF, SVP, ES, dan P, sekelompok orang yang diduga terlibat dalam praktik riset palsu, memiliki mental yang luar biasa kuat.
Bagaimana tidak? Mereka tidak bergerak secara anonim, tidak bersembunyi di balik akun samaran atau identitas avatar.
Mereka hadir penuh dengan dirinya sendiri. Bahkan, tiga nama pertama disebut-sebut masih memiliki hubungan keluarga.Konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Denmark pada 17-21 Mei 2026, bukan forum sembarangan. Di sana hadir para dokter, peneliti, dan pakar pneumonia dari berbagai negara.
Bayangkan tingkat kepercayaan diri yang dibutuhkan agar seseorang seperti P, berlatar keilmuan matematika, mampu berdiri dan mempresentasikan temuannya di hadapan para ahli medis dan kesehatan kelas dunia tersebut.
Karena itu, bila dugaan pemalsuan dan penipuan itu benar adanya, saya rasa proses di belakang layar tidak mungkin sederhana. Justru mungkin sangat kompleks.












