WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertaruh bahwa taktik politik yang digunakannya untuk menggulingkan rezim di Venezuela akan berhasil diterapkan di Kuba.

Langkah ini diambil menyusul dikeluarkannya dakwaan pembunuhan terhadap mantan pemimpin Kuba, Raul Castro (94).Castro dijerat dengan tuduhan pembunuhan atas jatuhnya dua pesawat sipil pada 1996.

Castro adalah adik laki-laki dari Fidel Castro, mendiang musuh bebuyutan AS yang memimpin revolusi Kuba pada 1959 dan kini masih memiliki pengaruh kuat di negara itu.

Sebelumnya, militer AS berhasil menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer awal tahun ini.

Baca juga: Trump Mau Tumbangkan Rezim Kuba, Cari “Pengkhianat” dari Internal Pemerintah