PM Spanyol Pedro Sanchez menggambarkan peristiwa tersebut sebagai sebuah serangan sekaligus pelanggaran terhadap integritas wilayah Spanyol.

Ribuan migran dilaporkan menerobos wilayah Ceuta, Spanyol dari Maroko. Spanyol mengerahkan militernya.

Ribuan migran dari Maroko memasuki wilayah Ceuta, Spanyol, pada Kamis (30/7/2026) waktu setempat.