MADRID, KOMPAS.com - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengkritik keras kedatangan massal para migran ke wilayah Ceuta sejak Kamis (30/7/2026).
Sanchez menggambarkan peristiwa tersebut sebagai sebuah serangan sekaligus pelanggaran terhadap integritas wilayah Spanyol.Ia pun berjanji akan segera mengembalikan situasi menjadi normal secepat mungkin, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
Baca juga: Ricuh, Ribuan Migran dari Maroko Menerobos Masuk Spanyol, Militer Dikerahkan
Sejalan dengan pernyataan Sanchez, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengumumkan pada Jumat (31/7/2026) bahwa hampir seluruh migran yang sempat memasuki Ceuta kini telah kembali ke Maroko.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Albares turut menepis berbagai isu liar yang beredar dan menegaskan bahwa pengawasan di perbatasan tetap terjaga dengan ketat.












