CEUTA, KOMPAS.com - Ribuan migran dari Maroko memasuki wilayah Ceuta, Spanyol, pada Kamis (30/7/2026) waktu setempat.
Sebagian besar menyeberang secara ilegal melalui laut dengan berenang atau menggunakan ban pelampung, sementara lainnya menerobos gerbang perbatasan.Hal itu mendorong pemerintah Spanyol mengerahkan tentara dan ratusan polisi tambahan untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.
Baca juga: Produk Agrikultur Indonesia Curi Perhatian di SIAM Meknes Maroko 2026
Televisi pemerintah Spanyol TVE, yang dilansir Reuters, melaporkan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang berhasil memasuki Ceuta pada hari yang sama.
Beberapa migran bahkan meneriakkan "Hidup Spanyol" saat memasuki wilayah tersebut.












