Gelombang panas ekstrem di Eropa menyebabkan ribuan kematian di beberapa negara. Suhu tinggi juga mengganggu pasokan energi.

Gelombang panas ekstrem di Eropa memaksa Prancis menutup tiga reaktor nuklir. Lebih dari 380 juta orang terdampak.

Gelombang panas yang memecahkan rekor dan menyengat Eropa sepanjang bulan ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya perubahan iklim, menurut studi terbaru.

Fenomena panas ekstrem bukan lagi menjadi sebuah kejadian langka di Eropa, melainkan ancaman tahunan yang nyata.

WHO mencatat, lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat sejak 21 Juni yang terkait dengan suhu tinggi di Eropa.