Meski tak punya diler atau bengkel aktif, perusahaan Andri Mulyono menang proyek motor listrik BGN senilai Rp 1,1 triliun.

Tersangka ke-5 korupsi MBG, Andri Mulyono, sempat menemui Wakil Kepala BGN Loedwyk pada awal 2025 sebelum akhirnya Andri menjadi vendor motor listrik.

Andri Mulyono diduga melakukan penggelembungan harga alias mark up pengadaan motor listrik sampai harganya mendekati plafon anggaran.