JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak penyidik Polda Metro Jaya untuk memanggil dan memeriksa mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo terkait penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Desakan ini diserukan untuk mengungkap tuntas rantai komando di balik kasus penyiraman air keras yang melibatkan empat prajurit BAIS, yang dinilai mandek di kepolisian.Diketahui, Yudi mengundurkan diri dari jabatan kepala BAIS usai kasus ini mencuat sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Perwakilan TAUD, Gema Gita Persada mengatakan, pemeriksaan terhadap petinggi BAIS seharusnya dilakukan mengingat para pelaku lapangan yang telah disidang di peradilan militer adalah prajurit aktif dari institusi intelijen tersebut.

Baca juga: 4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding

"Terkait dengan upaya untuk melakukan penelusuran secara rantai komando, hal yang selama ini belum pernah berlaku, soal siapa aja seharusnya yang pasti soal pertanggungjawaban komando untuk tahu sebenarnya rantai komandonya ini mengakar ke mana," kata Gema dalam konferensi pers di Kantor KontraS, Kamis (13/8/2026).