KABAR lebih dari satu juta lulusan universitas yang menganggur sempat menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Februari 2025 terdapat 1.010.652 penganggur berpendidikan universitas. Angka ini kemudian turun menjadi 904.440 pada Agustus 2025.

Namun, hampir satu juta lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja tetap merupakan persoalan serius yang tidak boleh diselesaikan hanya dengan menambah program job fair, pelatihan kerja, atau memperbaiki kurikulum perguruan tinggi.Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: mengapa kita baru sibuk memikirkan kesiapan kerja ketika seseorang sudah menjadi sarjana? Di sinilah barangkali kita perlu sedikit “mundur ke belakang”.

Memang benar, dunia pendidikan perlu terus menyelaraskan kompetensi lulusan dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Namun, kita juga harus jujur bahwa dunia industri bukan ruang yang statis. Kemampuan industri menyerap tenaga kerja dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, investasi, teknologi, perubahan model bisnis, produktivitas, hingga kondisi global.