WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Rangkaian operasi militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah terhadap Iran kini memicu krisis baru.

Persediaan senjata militer Washington dilaporkan mulai menguras hingga ke tingkat yang mengkhawatirkan.

Kondisi ini terjadi setelah pengeboman dan operasi pertahanan selama lebih dari lima bulan melawan Iran menguras ribuan rudal presisi bernilai jutaan dollar AS.Baca juga: Respons Iran Usai 3 Negara Muslim Bentuk Pakta Pertahanan

Guna menutupi kebutuhan di Timur Tengah, AS terpaksa mengalihkan alutsista dan rudal pertahanan udara dari kawasan Asia serta Eropa.

Pengalihan aset ini dinilai membuat militer AS berada dalam posisi rentan. Situasi ini sekaligus berisiko memberi angin segar bagi Rusia dan China untuk mengambil langkah geopolitik yang lebih agresif.