WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menggunakan hampir seluruh stok rudal presisi darat-ke-daratnya selama lima bulan perang melawan Iran.
Menipisnya persediaan tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kesiapan militer AS menghadapi potensi konflik lain, sekaligus memaksa Pentagon lebih mengandalkan serangan menggunakan pesawat berawak jika perang kembali meningkat.Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa rudal yang hampir seluruhnya telah digunakan adalah Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missile (PrSM), dua rudal darat-ke-darat berpresisi tinggi milik Angkatan Darat AS.
Baca juga: Sulit Paksa Iran Menyerah, Pentagon Diam-diam Kirim Email ke Pasukan AS
Kedua sumber tersebut tidak mengungkapkan berapa jumlah rudal yang masih tersisa. Namun, laporan itu muncul setelah sebelumnya seorang pejabat memperingatkan bahwa militer AS tidak memiliki persediaan yang cukup apabila harus kembali menghadapi perang berskala penuh.
Menurut The Telegraph, Selasa (4/8/2026), ATACMS selama ini menjadi salah satu senjata utama yang juga dikirim AS ke Ukraina untuk menyerang sasaran di wilayah Rusia.







