WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama berminggu-minggu dilaporkan tengah bersiap untuk mengumumkan kemenangan dalam konflik melawan Iran jika Selat Hormuz sepenuhnya dibuka kembali.
Trump bahkan secara pribadi menyampaikan kepada para ajudan seniornya bahwa ia bersedia mundur tanpa kesepakatan nuklir penuh. Namun, opsi keluar yang diincar Washington kini kian sulit terwujud setelah Teheran mengajukan daftar tuntutan yang sangat berat demi mengizinkan lalu lintas bebas di koridor maritim strategis tersebut.
Baca juga: Proyek Armada Emas AS Bengkak 50 Persen, Harga Kapal Perang Trump Rp 418 T
Hal ini menandakan, Iran siap menjalani konflik berkepanjangan yang melelahkan.
Dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (9/8/2026), Direktur Program Timur Tengah di CSIS, Mona Yacoubian menilai, syarat dari Teheran semakin menyulitkan Trump untuk menciptakan opsi mundur yang dapat menyelamatkan mukanya di hadapan publik.









