WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri konflik dengan Iran tanpa harus mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran.

Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), Trump secara pribadi memberi tahu sejumlah pejabat senior bahwa ia dapat menyatakan konflik tersebut sebagai sebuah keberhasilan jika Iran sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.Adapun Selat Hormuz menjadi salah satu kartu tawar terkuat Iran dalam konflik dengan AS. Gangguan terhadap lalu lintas kapal melalui jalur tersebut telah menghambat pelayaran komersial dan turut memicu gejolak di pasar minyak global.

Baca juga: Dikira Sudah Deal, Iran Ternyata Ajukan 6 Syarat untuk Buka Selat Hormuz

Trump dalam beberapa pekan terakhir berulang kali mengatakan bahwa Selat Hormuz telah terbuka. Namun, klaim tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Iran menutup selat tersebut setelah konflik dimulai pada Februari dan menyatakan bahwa kapal perang AS serta negara-negara sekutunya tidak boleh melintas.