WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (23/5/2026) mengatakan, perdamaian dengan Iran sudah di depan mata dan Selat Hormuz akan dibuka kembali.
Setelah berulang kali memberikan janji palsu selama tiga bulan terakhir, pasar mulai mengabaikan pernyataan Trump. Pasar menunggu tanda-tanda nyata dari kesepakatan dengan Iran.Iran sendiri telah bersikap keras dalam mencengkeram Selat Hormuz sejak AS dan Israel memulai perang dengan melancarkan serangan pada 28 Februari.
Baca juga: AS Sebut Perang Iran Mungkin Berakhir Hari Ini, Tinggal Israel-Hizbullah
Teheran mengerahkan kapal cepat, ranjau, dan drone canggih untuk memblokir selat bagi kapal tanker, sehingga mengurangi seperlima pasokan minyak bagi perekonomian global.
Dan kini, perang hampir memasuki bulan kelima. Negosiasi sempat menemui kebuntuan namun pembicaraan di balik layar dilaporkan terus berlangsung.












