WASHINGTON, KOMPAS.com - Intelijen Amerika Serikat (AS) memperingatkan negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan adanya potensi serabgan dari Rusia dalam sepekan ke depan.
Menurut laporan The Wall Street Journal, pejabat AS menilai Rusia dapat meningkatkan ketegangan melalui serangan darat berskala kecil atau serangan siber di Eropa Timur mulai musim gugur tahun ini hingga 2029.Hal itu berbanding terbalik dengan asesmen intelijen AS sebelumnya yang meyakini bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menyerang NATO selama perang di Ukraina masih berlangsung.
Baca juga: Amunisi Habis, Ukraina Tak Mampu Tembak Jatuh Satu pun Rudal Rusia
Peringatan intelijen AS
Dilansir The Telegraph, Jumat (7/8/2026), pejabat AS mengatakan, perubahan penilaian itu terjadi pada awal tahun ini ketika Putin dinilai berada di bawah tekanan yang semakin besar karena gagal meraih kemenangan atas Ukraina dan Barat.
















