BATUBARA, KOMPAS.com – Sejumlah pengusaha dan dokter di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, diduga menjadi korban pemerasan oleh oknum personel Unit Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Polres Batubara.

Modus yang digunakan diduga berupa pemanggilan klarifikasi terkait perizinan usaha, izin praktik, pengelolaan limbah, hingga dugaan pelanggaran Undang-Undang Cipta Kerja.Kuasa hukum para korban, Paul JJ Tambunan, menyebut sedikitnya lima orang telah meminta pendampingan hukum dalam kasus tersebut.

Lima orang itu terdiri dari dua pelaku usaha dan tiga dokter, sedangkan nilai uang yang diduga diminta bervariasi mulai dari puluhan juta rupiah hingga Rp 2 miliar.

Baca juga: Etomidate Merambah Samarinda, Polisi Beberkan Modus Peredaran hingga Merek Vape

Paul juga menjadi penasihat hukum keluarga AKP Fadlun Al Fitri, seorang perwira polisi yang disebut membela para korban dugaan pemerasan tersebut.