BEKASI, KOMPAS.com – Bau sampah yang menyengat langsung menyambut setiap orang yang memasuki deretan gubuk di Kampung Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi.

Di balik gang-gang sempit yang dipenuhi tumpukan plastik dan karung bekas, ribuan keluarga menjalani kehidupan dengan menggantungkan harapan pada sampah yang setiap hari masuk ke TPST Bantargebang.

Deretan gubuk berdinding tripleks, seng berkarat, dan kayu lapuk berdiri rapat di sepanjang jalan kampung yang dipenuhi ceceran sampah. Batas antara tempat tinggal dan lokasi mencari nafkah pun nyaris tak terlihat.Baca juga: Kondisi Terkini Bantargebang: Open Dumping Ditutup Sebagian, Truk Sampah Masih Antre

Di hampir setiap sudut gang, warga tampak sibuk memilah plastik, botol, kardus, hingga karung bekas. Sementara itu, anak-anak berlarian di antara tumpukan limbah yang bagi mereka telah menjadi pemandangan sehari-hari.

Aroma sampah yang menusuk hidung tak lagi membuat warga menutup hidung. Selama puluhan tahun, mereka hidup berdampingan dengan gunungan sampah yang menjadi sumber penghidupan.