JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah gang sempit RW 01, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, warga mengolah sekitar 500 kilogram (kg) sampah setiap harinya.
Ratusan kilo sampah itu diolah di Bank Sampah Cemara, di tengah permukiman penduduk.Bank Sampah Cemara atau dikenal sebagai Tempe Bacem (Tempat Pemilahan Bank Sampah Cemara) sudah berdiri sejak tahun 2018.Sampah-sampah yang diolah berasal dari rumah-rumah warga dari 10 RT di RW 01 dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.000.
Selain itu, Bank Sampah Cemara juga mengambil sampah dari berbagai sumber untuk diolah, seperti Pasar Koja, rumah makan, sekolah, hingga sampah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Jadi, keberadaan Bank Sampah Cemara tidak hanya mengurangi sampah organik di lingkungan sekitar, melainkan juga di tempat lain.
Baca juga: Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah














