KOMPAS.com – Bertahun-tahun warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hidup berdampingan dengan persoalan sampah yang tak kunjung terselesaikan.
Minimnya petugas pengangkut dan terbatasnya fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) membuat sampah rumah tangga kerap menumpuk di lingkungan permukiman.
Setiap rumah menghasilkan sekitar 4 hingga 5 kilogram sampah setiap pekan.Tanpa sistem pengangkutan yang teratur, sebagian warga memilih membakar sampah secara terbuka, membuangnya ke saluran air, bahkan meninggalkannya di pinggir jalan.
Baca juga: 2 Granat Ditemukan di Area Sampah Lanud Silas Papare Jayapura, Diduga Sisa PD II
Kondisi tersebut tak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.








