WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (1/8/2026) mengaku akan menunda serangan baru terhadap Iran selama kesepakatan dapat dicapai dengan cepat untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran dan membuka Selat Hormuz.
"Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan mengarah pada pembukaan kembali Selat secara segera, lengkap, dan total, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip dari Reuters. "Berdasarkan permintaan ini, saya telah setuju, demi kepentingan masa depan dunia dan juga kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan tersebut, dengan syarat dapat segera mencapai kesepakatan," sambungnya.
Ia mengeklaim, Israel telah bergabung dalam komitmen ini. Namun, Tel Aviv tidak segera membuat pernyataan publik mengenai masalah tersebut.
Baca juga: AS Rupanya Kesulitan Lindungi Kuwait dari Rudal dan Drone Iran
Iran peringatkan AS










