WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim pembicaraan dengan Iran berlangsung dengan cepat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Namun, di saat yang sama, Teheran justru mengancam akan memperluas konflik dengan mempertahankan penutupan Selat Hormuz dan membuka titik tekanan baru di kawasan.Pernyataan Trump disampaikan saat perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, dan kelompok Hizbullah di Lebanon belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Baca juga: Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Upaya diplomatik yang berlangsung selama beberapa pekan juga belum berhasil mengakhiri konflik maupun membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Trump klaim negosiasi berjalan cepat











