WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan besar-besaran ke Iran untuk menuruti permintaan para pemimpin negara-negara Teluk.
Serangan militer AS semula dijadwalkan pada Selasa (19/5/2026), tetapi Trump diminta menundanya untuk memberi ruang bagi negosiasi dengan Teheran.
Penundaan serangan disampaikan mendadak oleh Trump melalui platform Truth Social miliknya pada Senin (18/5/2026), tak lama setelah Iran menanggapi proposal baru AS untuk mengakhiri perang.Baca juga: Tak Puas dengan Tawaran Iran, Trump Disebut Akan Bahas Opsi Militer
Menurut presiden ke-45 dan 47 AS itu, permintaan penundaan datang dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ia menambahkan, sekutu-sekutu Teluk yakin kesepakatan akan dibuat dengan syarat mencakup tidak ada senjata nuklir untuk Iran.













