WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeklaim telah membatalkan serangan baru terhadap Iran pada Selasa (19/5/2026) atas permintaan negara?negara Teluk karena "negosiasi serius kini sedang berlangsung".

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, ia mengatakan telah dibujuk oleh para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab agar tidak melancarkan serangan baru ke Iran.Menurut Trump, dirinya telah diberi tahu bahwa sebuah kesepakatan yang "sangat dapat diterima" oleh AS akan tercapai. Dia menambahkan bahwa "TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!"

Baca juga: Trump Ungkit Tragedi Penembakan Pesawat AS 1996, Mau Adili Eks Presiden Kuba

Namun dia memperingatkan AS akan siap "melanjutkan dengan serangan penuh berskala besar terhadap Iran, dalam sekejap" jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima.

Ini adalah kesekian kalinya Trump membuat ancaman terhadap Iran. Pada Maret lalu, misalnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik di Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz. Namun, ancaman itu tidak terwujud dan berujung pada gencatan senjata.