WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya sempat memberikan lampu hijau untuk melancarkan gelombang serangan militer baru ke Iran pada pekan ini.

Namun, keputusan tersebut mendadak ditunda guna memberikan ruang bagi proses negosiasi serius.Langkah ini diambil setelah Trump mengeklaim adanya permohonan dari tiga pemimpin negara Teluk yang meminta tambahan waktu untuk merampungkan kesepakatan nuklir dengan Teheran.

Sepanjang bergulirnya konflik, Trump tercatat berulang kali melayangkan ancaman serangan udara baru, sebelum akhirnya menarik diri pada menit-menit terakhir demi menghindari terseretnya AS ke dalam pusaran perang yang lebih dalam.

Baca juga: Qatar Mulai Turun Tangan Hentikan Perang, Batalkan Serangan AS ke Iran

Pada Senin (18/5/2026), Trump secara bersamaan mengonfirmasi serangan sekaligus pembatalannya ke publik.