Teheran -

Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Teheran meminta penghentian rencana serangan AS dan menyebutnya sebagai "kebohongan". Iran juga menegaskan sejauh ini tidak ada kesepakatan apa pun untuk membuka kembali Selat Hormuz.Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran setelah "diminta oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya".Trump mengklaim bahwa "batasan-batasan kesepakatan telah disetujui", yang menurutnya mencakup "pembukaan Selat Hormuz dengan segera, sepenuhnya, dan total" dan "diakhirinya ancaman nuklir Iran".

Sejumlah pejabat militer Iran, seperti dikutip kantor berita Mehr News Agency dan dilansir Anadolu Agency, Senin (3/8/2026), membantah keras klaim-klaim Presiden AS tersebut. "Klaim Trump bahwa Iran meminta agar serangan dihentikan hanyalah sebuah kebohongan lainnya, dan upaya putus asa untuk memeras para penguasa Teluk, serta menekan mereka melalui ancaman," demikian pernyataan para pejabat Iran itu, yang dipublikasikan pada Minggu (2/8).Ditegaskan juga bahwa pasukan Iran tetap berada pada "tingkat kesiapsiagaan tertinggi" dan siap menghadapi segala kemungkinan."Jika konfrontasi tak terelakkan, medan pertempuran akan menjadi penentu," kata para pejabat senior Iran, yang tidak disebut namanya itu, seperti dikutip Mehr News Agency.