Teheran -

Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal sejumlah pejabat Teheran menghubungi dirinya untuk meminta serangan dihentikan. Otoritas Iran menyebut klaim Trump itu "palsu" dan merupakan "dalih untuk menghindari perang".Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dilansir Press TV dan Anadolu Agency, Kamis (11/6/2026), dengan tegas membantah klaim Trump tersebut.Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/6) pagi, kantor humas IRGC menyebut klaim Presiden AS itu merupakan "dalih untuk menghindari perang".

"Klaim Trump bahwa para pejabat Iran telah menghubungi dirinya, dibantah keras, dan merupakan dalih untuk menghindari perang," tegas IRGC dalam pernyataannya.Sejumlah kantor berita Iran juga membantah klaim Trump tersebut, dengan mengutip sumber-sumber pejabat keamanan Teheran. Laporan kantor berita Tasnim News Agency menyebut klaim tersebut sebagai "kebohongan mutlak", dan menegaskan bahwa Iran akan memberikan "respons yang menghancurkan" terhadap tindakan agresi militer terbaru AS terhadap negara tersebut.Televisi pemerintah Iran, yang mengutip seorang pejabat senior Iran yang tidak disebut namanya, menyebut klaim Trump itu dimaksudkan untuk "menutupi mundurnya AS dari konfrontasi dengan Teheran".