WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pentagon mengalokasikan anggaran fantastis melebihi 120 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.170 triliun) kepada kontraktor pertahanan.

Dana raksasa ini dikucurkan guna mendongkrak produksi rudal pencegat Patriot serta armada kapal selam nuklir untuk menunjang kesiapan operasi tempur jangka panjang.Kebijakan pengisian ulang amunisi dan modernisasi alutsista menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Donald Trump di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.

Baca juga: AS Hantam Iran sebagai Balasan Serangan ke Yordania, Harapan Damai Makin Jauh

Langkah ini juga menjadi strategi baru Pentagon untuk menjamin kepastian pasokan senjata melalui kontrak multi-tahun.

Di bawah kepemimpinan Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg, pendekatan ini dirancang untuk mendorong industri pertahanan memperluas kapasitas pabrik dan rantai pasok dengan jaminan pesanan dalam jangka panjang.