Penulis: Cathrin Schaer/DW Indonesia
RIYADH, KOMPAS.com - Setelah pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (23/07) pagi, masih belum jelas apakah kesepakatan kontroversial dengan Arab Saudi yang memungkinkan negara otokrasi Timur Tengah itu membangun program nuklir sipil akan ditandatangani.Trump menyatakan kesepakatan itu hanya bisa berlanjut jika Arab Saudi menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.
Belakangan ini, pemerintah Saudi berulang kali menegaskan bahwa mereka hanya akan melakukan hal itu jika Israel benar-benar bergerak menuju pembentukan negara Palestina. Dengan pemerintah Israel saat ini, kecil kemungkinan hal itu terjadi.
Kesepakatan ini juga harus mendapat persetujuan Kongres AS, dan sudah menuai penolakan, dengan para pengkritik menyebut hal itu bisa memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.
Baca juga: Ancam Batalkan Proyek Nuklir, Trump Desak Arab Saudi Damai dengan Israel











