WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi resmi mencapai kesepakatan bersejarah di bidang tenaga nuklir sipil.

Kesepakatan tersebut diumumkan Kementerian Energi AS pada Rabu (22/7/2026) dan dikenal sebagai Perjanjian 123 (123 Agreement), sebagaimana dilansir Reuters.Di satu sisi, kesepakatan tersebut membuka jalan bagi Arab Saudi untuk membangun reaktor nuklir menggunakan teknologi Amerika, sekaligus melakukan pengayaan uranium.

Baca juga: Trump Mulai Incar Gunung Pickaxe Iran, Curigai Ada Kompleks Nuklir di Dalamnya

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan oleh Menteri Energi AS Chris Wright bersama mitranya, Pangeran Abdulaziz bin Salman, bersamaan dengan perjanjian keselamatan bilateral.

Rencana kerja sama ini sebenarnya telah dibahas bertahun-tahun, baik pada masa pemerintahan pertama Presiden Donald Trump maupun era mantan Presiden Joe Biden.