Jakarta - Tensi geopolitik yang kian mereda sangat banyak berdampak positif terhadap pasar Indonesia. Sebelumnya, sejumlah pihak menyebut jika pelemahan IHSG dipengaruhi oleh faktor global yaitu alotnya negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat. Namun dengan skala ketidakpastian yang lebih rendah, geliat pasar saham sejumlah wilayah, khususnya Asia, pun mengalami perbaikan. Hal ini berimbas pada pasar modal Indonesia, jika mengikuti logika MNCS Retail Research yang pernah menyebut jika pelemahan saham di Indonesia sejalan dengan kondisi bursa global.Keputusan MSCI yang mempertahankan status IHSG sebagai emerging market juga menjadi kabar yang melegakan bagi Indonesia. Mengutip detikFinance, klasifikasi pasar ini menjadi pendekatan MSCI untuk mencerminkan pandangan dan praktik komunitas investor internasional. Kedua hal itu disebut-sebut sebagai bekal bagi pasar saham Indonesia untuk bergerak ke arah positif.Tidak dipungkiri, meski Indonesia sudah mengantongi dua modal tersebut, bukan berarti saham dapat otomatis membaik. Sejumlah pihak bahkan mengkritisi pelemahan IHSG tepat di hari MSCI mengumumkan status emerging market Indonesia. Terkait hal ini, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang esensial, meyakinkan para investor luar negeri terutama di sektor-sektor yang berisiko tinggi.
Mengintip Fundamental Ekonomi RI dari Lantai Bursa
Mengapa investor asing belum sepenuhnya kembali?









