JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena “Sell Indonesia” yang ditandai derasnya arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, dan koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dinilai mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan di dalam negeri.

Di tengah tekanan pasar keuangan tersebut, pelaku pasar menilai faktor domestik justru lebih dominan dibandingkan gejolak global dalam memengaruhi keputusan investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset-aset Indonesia.“Kami melihat faktor internal, sebagai mekanisme untuk mengoreksi kinerja pemerintah yang kebijakannya keliru,” ujar Investment Specialist KISI Sekuritas Ahmad Faris Mu’tashim saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (8/6/2026).

Baca juga: IHSG Ambruk Nyaris 5 Persen, Rupiah Terkoreksi 7 Persen, Asing Kabur Rp 66,2 Triliun

Menurut Faris, banyak program pemerintah sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Namun, pola komunikasi yang kurang efektif membuat pelaku pasar kesulitan memahami arah dan tujuan kebijakan tersebut.

Kondisi itu kemudian memunculkan ketidakpastian yang membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana mereka di Indonesia.