Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi beberapa waktu belakangan. Diketahui, indeks saham RI melemah signifikan sejak perdagangan Rabu (3/6) kemarin.Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menilai pelemahan IHSG hari ini terjadi karena akumulasi sentimen domestik dan global. Salah satunya keputusan lembaga penyedia indeks internasional yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global.Keluarnya sejumlah saham ini mendorong investor melakukan penyesuaian terhadap portofolio investasinya di pasar modal Indonesia. Selain itu, rebalancing portofolio investor ini juga dilakukan menyusul kondisi ekonomi domestik yang global.

"Memang faktor tersebut di antaranya adalah penyesuaian portofolio atau rebalancing portfolio dari para investor yang terkait dengan proses rebalancing akibat adanya keputusan dari pengumuman penghuni indeks dari para penyedia indeks global. Namun terdapat juga perkembangan berbagai indikator dan sentimen ekonomi baik domestik maupun global," ungkap Hasan dalam konferensi pers RDKB secara virtual, Jumat (5/6/2026).Hasan meminta seluruh investor pasar modal untuk terus mencermati dinamika pasar secara objektif dan tetap rasional. Ia juga meminta investor terus menganalisis fundamental emiten sebelum memutuskan untuk berinvestasi."Ini penting agar dalam setiap pengambilan keputusan investasi dapat dilakukan sesuai dengan hasil analisis dimaksud di tengah-tengah kondisi pasar yang bervolatilitas tinggi maupun memiliki dinamika dan tekanan saat ini," jelasnya.Hasan menambahkan, fundamental pasar modal Indonesia masih tercatat kuat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan laba bersih perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tumbuh secara agregat sebesar 21% sepanjang kuartal I-2026."Tentu data historis kinerja emiten terakhir ini dan juga dengan terus mencermati proyeksi dan perhitungan konsensus kinerjanya ke depan, tentu dengan mempertimbangkan berbagai risiko yang berkembang, sebagai dampak dari berbagai faktor yang terjadi, ini yang kita harapkan terus menjadi bagian pertimbangan rasional untuk strategi investasi para investor ke depannya," pungkasnya.Sebagai informasi, berdasarkan data RTI Business hari ini IHSG melemah 4,20% ke level 5.594,76 hingga penutupan perdagangan. Berbalik arah setelah menguat pada level 5.860,67 di awal pembukaan perdagangan.Saat ini, indeks utama LQ45 juga terkoreksi signifikan sebesar 3,99% ke level 557,745. Terdapat 626 saham melemah, 108 saham menguat, dan 81 saham bergerak stagnan.Jika ditarik sepanjang perdagangan 2026, IHSG melemah hingga 35,30%. Sementara itu, indeks saham RI juga tercatat mengalami tren net foreign sell sebesar Rp 57,63 triliun sepanjang perdagangan 2026.